SEBATIK BARAT — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang diselenggarakan oleh Kodim 0911/Nunukan menunjukkan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar pembangunan fisik. Dalam rentang waktu di luar jam dinas, para prajurit berusaha menguatkan hubungan dengan masyarakat dengan pendekatan sosial dan kegiatan keagamaan.

Salah satu contoh nyata adalah Serda Suherman yang berusaha memberikan pendidikan agama kepada anak-anak di rumah induknya di kawasan Sebatik Barat. Setiap malam setelah sholat Isya, ia tidak pernah melewatkan kesempatan untuk mengajari mereka Iqra dan Al-Qur’an, memberikan lembaran baru dalam malam yang sunyi.

Pengabdian ini lahir dari rasa empati dan kasih sayang untuk membentuk karakter anak muda di perbatasan. Menurut Suherman, mengajar merupakan ungkapan terima kasih kepada masyarakat yang telah menjunjung tinggi kehadiran mereka dengan rasa kekeluargaan.

Dukungan dan apresiasi dari warga setempat mencerminkan dampak positif yang dibawa oleh para prajurit. Mereka mengakui kehadiran Satgas TMMD sangat membantu anak-anak untuk lebih semangat beragama, menegaskan bahwa kesuksesan pembangunan di perbatasan tidak hanya tergantung pada fisik, tetapi juga konstruksi spiritual dan sosial di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *