Pidie – Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie tidak hanya fokus pada penyelesaian sasaran fisik utama, tetapi juga berupaya menyelesaikan program tambahan yang bertujuan untuk memperkokoh kemandirian pangan masyarakat. Hal ini terwujud di lokasi rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie pada Senin (10/8/2026).

Kini, pembangunan telah sepenuhnya selesai dan siap digunakan oleh para penerima manfaat. Tercatat lima unit kandang ayam petelur dan kolam budidaya ikan lele telah dibangun, masing-masing untuk lima penerima manfaat dari program rehab RTLH yang ada di lokasi tersebut.

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Satgas TMMD ke-129 juga menyiapkan ayam petelur serta bibit ikan lele untuk mengisi setiap unit yang telah dibangun. Inisiatif ini diharapkan agar fasilitas yang sudah tersedia dapat langsung dioperasikan dan berkontribusi pada kemandirian pangan keluarga yang menjadi penerima manfaat.

Serma Andi, Kepala Tukang Satgas TMMD ke-129, menyatakan bahwa seluruh unit telah selesai dibangun melalui kolaborasi antara personel Satgas dan masyarakat sekitar. “Alhamdulillah, lima unit kandang dan kolam lele sudah selesai. Ini berkat kerja sama serta dukungan dari warga. Kami berharap fasilitas ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima manfaat,” tuturnya.

Proses pembangunan ini adalah bagian dari pendekatan TMMD yang tidak hanya memfokuskan diri pada infrastruktur, tetapi juga memberikan dorongan untuk ekonomi produktif. Kombinasi antara usaha peternakan ayam petelur dan budidaya lele dapat dikembangkan dengan mudah di lingkungan rumah serta berpotensi memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam keberhasilan proyek ini. Gotong royong antara Satgas dan warga membantu mempercepat pencapaian sasaran tambahan, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang akan dikelola oleh penerima manfaat. Dengan rampungnya kandang ayam dan kolam lele ini, Satgas TMMD ke-129 telah memberikan sarana serta modal awal untuk mendukung kegiatan ketahanan pangan di masing-masing rumah.

Harapannya, program ini tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik. Keberadaan fasilitas ini diharapkan menjadi langkah awal bagi penerima manfaat untuk memproduksi pangan sendiri, meningkatkan kemandirian mereka, dan membuka peluang pendapatan tambahan. TMMD ke-129 tidak hanya memberikan rumah yang lebih layak, tetapi juga mengajak penerima manfaat untuk memiliki sumber pangan yang dapat terus ditingkatkan setelah program selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *