BOJONEGORO, – Di tengah teriknya musim kemarau, panorama hijau tanaman tembakau di Dusun Bekatul, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, mencerminkan baik ketahanan maupun kecemasan yang dirasakan masyarakat. Bagi penduduk setempat, tembakau memiliki nilai lebih dari sekadar tanaman; ia menjadi “daun emas” yang menopang kehidupan ekonomi keluarga mereka.

Namun di balik keindahan daun tembakau muda tersebut, terdapat sebuah tantangan klasik yang dihadapi para petani, yaitu kekurangan air yang setiap tahun mengancam hasil panen mereka. Permasalahan ini mendorong perhatian Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto.

Saat meninjau pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Letkol Inf. Dedy tak ragu untuk menjelajahi area pertanian. Accompanied by Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, Dandim mengamati langsung kondisi tanaman tembakau serta tanah yang mulai kehilangan kelembapan. Momen tersebut diisi dengan dialog interaktif, yang memungkinkan petani menyampaikan berbagai keluhan langsung kepada pihak berwenang.

Dalam percakapan di sekitar sawah, Kusnadi menjelaskan tantangan besar yang dihadapi petani. Ia menyebutkan bahwa musim kemarau merupakan waktu yang sangat krusial ketika pasokan air sangat dibutuhkan. Sayangnya, pasokan air dari sumur-sumur dangkal semakin menipis, yang berdampak negatif terhadap hasil panen. “Kurangnya air bersih dan infrastruktur irigasi menjadi tantangan utama yang berpengaruh pada kualitas dan kuantitas tembakau kami,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto menjelaskan bahwa TMMD ke-129 bertujuan memberikan solusi nyata bagi permasalahan warga. Salah satu fokus proyek adalah pembangunan sumur bor yang diharapkan dapat menyuplai kebutuhan air bersih sehari-hari bagi warga serta mendukung irigasi pertanian di musim kemarau. “Dengan adanya sumur bor dari program ini, diharapkan bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan sarana air bersih tidak hanya sebagai infrastruktur, tetapi sebagai bentuk kepedulian TNI untuk mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat pedesaan. Dengan ketersediaan air yang mencukupi, hasil pertanian akan meningkat dan membawa kesejahteraan bagi para petani.

Kehadiran Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat. Kusnadi menyampaikan rasa bangganya atas pendekatan humanis yang ditunjukkan, di mana Dandim tidak hanya sekadar memantau proyek dari jauh, tetapi juga melibatkan diri secara langsung di lapangan. “Kedatangan Bapak Dandim memberikan semangat baru bagi kami untuk terus berusaha meningkatkan hasil pertanian di sini,” tambahnya.

Kunjungan ini diakhiri dengan wajah harapan dari para petani Dusun Bekatul. Bagi mereka, pembangunan sumur bor melalui TMMD ke-129 bukan hanya sekadar infrastruktur, melainkan juga simbol harapan dan perubahan yang nyata, membuktikan kemanunggalan TNI serta rakyat dalam membangun kesejahteraan di desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *