NUNUKAN — Dalam menilai keberhasilan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0911/Nunukan, tidak hanya bisa dilihat dari infrastruktur yang dihasilkan. Di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia ini, TMMD mengungkapkan kisah cinta, ikatan persaudaraan, dan semangat kebersamaan yang melampaui angka-angka.
Menyusuri teriknya matahari dan debu yang menyelimuti proyek pembangunan Nunukan, kemanunggalan antara TNI dan masyarakat hadir dalam kerja sama yang nyata. Kerja keras bersama, lelucon di sela waktu istirahat, bahkan keringat yang bercucuran saat mendaki Bukit Bendera menjadi simbol nyata dari sinergi ini.
Kegiatan hijau berupa penanaman pohon produktif yang melibatkan TNI, pemuda, dan komunitas trail menjadi refleksi dari aksi nyata mereka. Tindakan ini tidak hanya menancapkan akar di tanah, melainkan menciptakan benteng lingkungan dan harapan aman untuk masa depan generasi mendatang di kawasan perbatasan.
Kehangatan sejati kemudian terasa saat malam datang. Mesin alat berat yang tak lagi bersuara menciptakan suasana penuh keakraban di rumah-rumah warga yang disinggahi. Setelah sholat Isya, ruangan biasa berubah menjadi tempat hangat penuh tawa dan semangat belajar.
Dengan penuh dedikasi, prajurit seperti Serda Suherman sabar menemani anak-anak mengeja ayat Al-Qur’an, mempelajari Iqra, hingga menyelesaikan tugas sekolah. Bagi anak-anak di Nunukan, seragam loreng TNI tak lagi menjadi hal menakutkan—sebaliknya, sosok militer menjadi kakak, mentor, dan pelindung.
